Senin, 21 April 2014

Kandungan dan Manfaat Susu Kambing


Menurut Journal of American Medicine, susu kambing adalah makanan paling lengkap yang diketahui. Ia mengandung vitamin, mineral, elektrolit, unsur kimiawi, enzim, protein, dan asam lemak yang mudah dimanfaatkan tubuh Anda. Bahkan, tubuh Anda dapat mencerna susu kambing hanya dalam 20 menit. Bandingkan dengan 2-3 jam yang dibutuhkan untuk mencerna susu sapi! 


Susu kambing adalah susu yang paling mirip dengan susu ibu dari segi komposisi, nutrisi, dan sifat kimia alami. Hal ini membuat susu kambing menjadi makanan ideal untuk menyapih anak. Eter gliserol yang jauh lebih tinggi pada susu kambing dibandingkan pada susu sapi juga membuat beberapa dokter merekomendasikannya untuk perawatan gizi bayi yang baru lahir. Gejala-gejala seperti gangguan pencernaan, muntah, kolik, diare, sembelit dan masalah pernafasan dapat dihilangkan ketika susu kambing diberikan kepada bayi. Namun demikian, bila Anda memiliki bayi di bawah tiga tahun dan ingin memberikan susu kambing sebagai alternatif susu formula, berkonsultasilah dengan dokter Anda terlebih dahulu. Tabel di bawah adalah perbandingan kandungan gizi pada susu sapi, susu kambing dan susu ibu. 

Meskipun susu kambing adalah jenis susu yang disebut-sebut dalam Al Quran dan Alkitab dan meskipun di seluruh dunia lebih banyak orang meminum susu kambing daripada susu sapi, kita di Indonesia tidak terbiasa meminumnya. Orang Baratlah (Belanda) yang membiasakan kita semua lebih suka meminum susu sapi daripada susu kambing! Susu kambing berkualitas tinggi memiliki rasa manis yang lezat dan kadang-kadang terasa sedikit asin, tidak kalah enak dibandingkan susu sapi.
 Nutrisi/jenis susu
sapi
kambing
manusia
lemak %
3,8
3,6
4,0
padatan bukan lemak %
8,9
9,0
8,9
laktosa %
4,1
4,7
6,9
nitrogen %
3,4
3,2
1,2
protein %
3,0
3,0
1,1
kasein %
2,4
2,6
0,4
kalsium %
0,19
0,18
0,04
fosfor  %
0,27
0,23
0,06
klorida %
0,15
0,10
0,06
besi (P/100, 000)
0,07
0,08
0,2
vitamin A (i.u. / g lemak)
39,0
21,0
32,0
vitamin B (ug/100 m)
68,0
45,0
17,0
riboflavin (ug/100ml)
210,0
159,0
26,0
vitamin C (mg asc a/100ml)
2,0
2,0
3,0
vitamin D (i.u. / g lemak)
0,3
0,7
0,07
kalori / 100 ml
70,0
69,0
68,0

Sabtu, 22 Februari 2014

Susu Terbukti Hentikan Proses Penghancuran Tulang


Penelitian makin menguatkan posisi susu dalam menjaga tulang tetap sehat. Pemberian susu tinggi kalsium pada wanita premenopause dan postmenopause terbukti menghentikan proses penghancuran tulang dalam hitungan minggu. Studi susu tinggi kalsium di Indonesia juga membuktikan susu membantu mempertahankan kalsium dalam tulang. 

Wanita pre dan post menopause termasuk rentan terkena osteoporosis. Dalam studi tahun 2006 yang dilakukan oleh Kruger dan kawan-kawan menguji khasiat susu tinggi kalsium dalam mencegah osteoporosis pada wanita-wanita premenopause.

Studi tersebut meneliti 82 wanita usia 20 sampai 35 tahun. Para peserta penelitian itu dibagi menjadi tiga kelompok secara acak. Kelompok satu diberi dua porsi susu tinggi kalsium per hari dengan jumlah tambahan kalsium 1000 mg dan vitamin K selama 16 minggu. Kelompok dua diberi dua porsi susu tinggi kalsium per hari dengan tambahan kalsium 1000 mg tanpa tambahan vitamin K. Sedangkan kelompok tiga tidak diberi susu.

Kepadatan tulang peserta penelitian diukur dengan berbagai penanda seperti osteokalsin total, prokolagen, CTX di minggu awal, kedua, ke-12 dan ke-16. "Hasilnya terjadi penurunan berbagai biomarker kepadatan tulang. Kesimpulannya, susu tinggi kalsium yang diberikan selama 16 minggu menurunkan penghancuran tulang pada wanita premenopause," kata DR. Dr. Fiastuti Witjaksono, M.Sc, MS, SpGK dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran UI.

Kruger dan teman-temannya juga meneliti khasiat susu tinggi kalsium di tahun 2009 pada 120 wanita postmenopause di Indonesia dan Filipina. Para wanita itu dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Kelompok satu mendapat dua porsi susu tinggi kalsium dengan tambahan 1200 mg kalsium, vitamin D, magnesium dan zinc. Kelompok dua mendapatkan dua porsi minuman berbahan dasar beras.

Kepadatan tulang para wanita tersebut diukur menggunakan penanda. "Hasil penelitian itu membuktikan bahwa susu tinggi kalsium dapat memperbaiki status vitamin D dan menghentikan proses penghancuran tulang," katanya.

Dr. Fiastuti juga melakukan penelitian susu tinggi kalsium untuk kesehatan tulang pria dan wanita di Indonesia tahun 2012-2013. Penelitian itu dilakukan terhadap 25 orang usia 35-44 tahun dan 24 orang usia 45-55 tahun. Mereka diberi susu dengan kandungan 1000 mg kalsium sebanyak dua kali sehari selama delapan minggu. CTX yang menunjukkan penghancuran tulang juga diukur dalam penelitian ini diukur di minggu ke-2 dan ke-8 dibandingkan dengan minggu ke-0.

"Di sini terbukti bahwa minum susu tinggi kalsium menurunkan penyerapan kalsium tulang dan membantu mempertahankan kalsium tulang. Susu tinggi kalsium mengurangi proses penghancuran tulang dan menjaga agar kalsium tidak dilepaskan dalam dua minggu," katanya.

Jumat, 04 Oktober 2013

Pemerahan Modern

Berikut adalah pemerahan yang dilakukan secara modern, dari sterilisasi ambing susu - pemerahan mengunakan mesin/ nozzle - penampungan - pengemasan - penyimpanan - hingga ke pengiriman dilakukan tanpa terkontaminasi dengan udara/ oksigen sehingga susu tetap terjaga dari kesegerannya dan bakteri.

Jumat, 06 September 2013

Susu Adalah Teman Kita



Sejak kapan kita mengenal susu...
Dari semenjak kita terlahir di dunia ini susu sudah menjadi kebutuhan makanan bagi mamalia dalam hal ini adalah manusia. Saat usia baru D+1 kita sudah disuguhkan susu (ASI) sebagai asupan makanan, air serta gizi yang dibutuhkan manusia. Diibartkan susu adalah sebagai kebutuhan manusia sejak lahir untuk menjaga nutrisi gizi yang manusia butuhkan.
Bagimana yang tidak terbiasa minum susu...
Adalah suatu hal yang sangat tidak mungkin apabila kita mengalaminya. Hal yang membuat kita eneg, mual, pusing dll itu disebabkan oleh faktor kebiasaan yang kita dari kecil tidak membiasakan diri untuk minum susu. Sehingga saat dewasa kita jadi anti pati terhadap susu, apapun jenis susu itu. Padahal itu adalah efek trauma yang ada dalam fikiran kita.


Lantas bagaimana dengan yang Alergi susu...
Selama masih halal pasti ada alternatif berbagai jenis susu, sehingga tidak ada alasan untuk tidak minum susu. Hal ini terjadi karena Imunoglobulin (IgE) dalam protein susu, tak tercerna baik dalam tubuh. Karena dianggap sebagai benda asing. Akibatnya dapat menimbulkan gangguan berupa gejala reaksi alergi, terlebih bila kondisi tubuh kita lemah ”dalam copi-an saya tanggal 13 Oktober 2011”. Jadi masih ada alternatif lain yang lebih aman buat kebutuhan kita selain Asi yang langsung bisa bersahabat dengan kekebalan tubuh kita.
Haruskan minum susu tiap hari...
Jawaban ini kami serahkan ke anda dan idealnya adalah 1gelas di pagi hari. Mengingat dari kecil kita sudah kenal susu (sebagai teman kita tidur) tidak ada salahnya kita melanjutkannya sebagai teman sarapan, aktifitas kerja, santai, dikala sakit, hingga saat Manula atau tua usia kita juga tetap minum susu.
Pesan ini disampaikan oleh MAHSUSI (Rumah susu bekasi) selaku penyedia susu segar Kambing Etawa di wilayah Bekasi. Jika minat dengan susu kambing kami siap bantu di 0812 8101 0448 atau datang langsung di rumah di perum ”Graha Mustika Media Blk N1-07 Lubangbuaya – Setu – Kab. Bekasi”
Ingat lubang buaya Bekasi bukan Cipayung/TMII

Selasa, 20 Agustus 2013

Hati-Hati Pilih Susu untuk Anak, Mengapa?



oleh : Neni Ridarineni
dari Republika

REPUBLIKA.CO.ID, Bila anak Anda sering mencret setelah minum susu, hati-hati. Ada kemungkinan anak Anda tidak tahan laktosa.Ini merupakan satu kandungan dalam susu yang tak jarang membuat anak mencret-mencret setelah mengonsumsinya.

Menurut spesialis gizi klinik dari RS St Carolus, Jakarta, dr Lanny Ch Salim, Ms, tak jarang anak yang tak tahan laktosa sudah bisa diatasi dengan cara ini (minum susu rendah laktosa). ''Kalau itu tidak bisa baru diberikan susu yang bebas laktosa (susu kedelai).''
Kalau untuk bayi yang sudah di atas enam bulan, biasanya untuk membedakan apakah ia diare karena suatu penyakit atau diare karena intoleransi laktosa, maka anak tersebut diberikan obat diare dulu. Apabila setelah diobati dia sembuh, berarti penyebabnya karena suatu penyakit (misalnya desentri), tetapi walau telah diobati diarenya tidak sembuh juga, maka diberhentikan dulu susunya.
''Kalau dengan dihentikan susu atau diganti susu yang laktosanya rendah, ternyata diarenya berhenti, berarti bayi tersebut tidak tahan terhadap laktosa.'' Pada bayi yang intoleransi laktosa, susunya dihentikan untuk sementara, tetapi harus disertai dengan diberi makanan yang mengandung gizi atau 'makanan diare' seperti tim nasi pakai hati, tetapi tidak perlu dengan sayur, tidak pakai lemak atau goreng-gorengan, tidak menggunakan banyak mentega. Lalu, dicarikan susu yang laktosanya rendah.
Pada awalnya anak yang intoleransi laktosa diberi susu yang rendah laktosa, tetapi bila diarenya terus menerus, bisa diberi susu yang sama sekali free laktosa, kemudian secara bertahap diberi susu yang rendah laktosa, lalu pelan-pelan selama 2-3 bulan berikutnya anak tersebut diberi susu yang mengandung laktosa. ''Maka, lama-lama anak tersebut akan beradaptasi.''
Berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh anak yang intoleransi laktosa untuk menyesuaikan dan menjadi kebal terhadap laktosa? Itu, kata Lanny, sangat tergantung pada kondisi klinis dari si anak. Dan dalam hal ini, dibutuhkan juga kesabatan. ''Untuk mengatasi hal itu harus secara bertahap.'' Kata Lanny, makin dini anak diketahui bahwa ia intoleransi laktosa, akan makin cepat penyesuaian anak tersebut terhadap laktosa. Untuk itu memang perlu penyesuaian, sekitar 3-6 bulan, tetapi jangan sekali-kali menanamkan pada anak bahwa minum susu itu akan menyebabkan mencret. 
''Omongan ibu pada anak tersebut mempengaruhi sekali, sehingga anak tidak mau minum susu sama sekali.'' Jadi kesimpulannya, kalau bayi yang tidak tahan laktosa orangtua tidak perlu panik. Bagaimanapun, bayi yang intoleransi laktosa bisa diatasi. Dengan bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh si anak akan berkembang sendiri, sehingga secara bertahap bayi/anak dapat mengkonsumsi susu dari yang rendah laktosa ke susu yang mengandung full cream.

Selasa, 23 Juli 2013

Akselerasi Peningkatan Konsumsi Susu

Oleh V Priyo Bintoro
dari Suaramerdeka.com

FAKTA ilmiah menunjukkan bahwa kandungan gizi susu sangat prima. Tidak hanya itu, susu memiliki zat aktif hayati yang dibutuhkan untuk berbagai fungsi tubuh. Kenyataan lain, susu sebagai makanan tunggal terbukti bisa menghidupi anak mamalia (termasuk manusia) yang baru lahir sampai beberapa bulan sebagai makhluk baru.
Ada jenis pangan yang seprima susu, yaitu telur, daging, dan ikan, namun daya cerna dan aspek zat aktif hayati yang terkandung di dalamnya tidak selengkap susu, di samping susu memiliki keunggulan daya cerna terbaik dibanding bahan pangan lain.
Sepantasnya, organisasi dunia yang mengurusi bidang pertanian dan pangan, FAO, menetapkan Hari Susu Sedunia (World Milk Day) tiap tanggal 1 Juni, yang kali pertama diperingati tahun 2001. Mengingat tujuan dan sasaran yang sangat bermanfaat untuk kemajuan dan kualitas bangsa, pemerintah Indonesia pun menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Susu Nusantara (HSN), dan kali pertama diperingati tahun 2009 di Pasuruan Jatim.
Sejak itu, pemerintah secara konsisten memperingati Hari Susu Nusantara. Kegiatan itu, terutama bertujuan supaya pemerintah bersama pemangku kepentingan produksi dan konsumsi susu mengevaluasi semua aspek yang berpengaruh terhadap perkembangan persusuan di Indonesia.
Salah satu program pemerintah adalah pemberdayaan perguruan tinggi yang memiliki fakultas peternakan untuk menyelenggarakan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Susu Nusantara.  Tiap tahun minimal 9 perguruan tinggi ditetapkan sebagai penyelenggara peringatan itu secara bersama-sama di tiap kampus atau sekitar kampus mereka. 
Tahun ini Undip, Unsoed, UNS, UGM, IPB, Unpad, Unand, Unhas, dan Unibraw kembali ditunjuk oleh Kementerian Pertanian menyelenggarakan peringatan Hari Susu Nusantara dengan mengusung tema ’’Susu Segar Masuk Sekolah, Anak Sehat dan Pintar’’.
Kegiatan itu diarahkan untuk memberikan pengertian dan pemahaman tentang arti penting konsumsi susu, serta menyosialisasikan dan mengampanyekan kepada masyarakat tentang budaya gerakan minum susu segar dan produk susu. Selain itu, mendiskusikan upaya memajukan persusuan di Indonesia, minimal di provinsi perguruan tinggi itu berada.
Di Indonesia, produksi dan konsumsi susu masih terkendala oleh berbagai aspek. Penentu keberhasilan konsumsi adalah kesadaran akan kebutuhan gizi dan daya beli masyarakat terhadap susu dan produknya. Realitasnya, masih ada sebagian masyarakat yang menganggap minum susu sebagai kebiasaan anak-anak.
Sejatinya, bila konsumsi meningkat maka produksi pun menjadi lebih mudah dipacu. Peningkatan produksi susu sebenarnya dapat dilakukan secara optimal guna memenuhi kebutuhan pasar di negara lain yang membutuhkan (ekspor), selama konsumsi di dalam negeri masih rendah.
Kendati saat ini konsumsi susu di Indonesia masih rendah, kita belum bisa memenuhi kebutuhan susu dari produk sendiri. Menurut Budiana (2013), 2% bahan baku industri susu dipenuhi oleh peternak (577.135 sapi perah), 79% harus impor, terutama dari Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Australia.
Keinginan pemerintah mengakselerasi pembangunan persusuan di Indonesia, ditunjukkan dengan membentuk Dewan Persusuan Nasional (DPN). Salah satu fungsi lembaga independen itu adalah mengevaluasi dan memberi masukan untuk menentukan kebijakan atau regulasi dalam memajukan persusuan.
Kualitas Gizi
Saat ini, Indonesia merupakan negara dengan konsumsi susu terendah di Asia Tenggara.  Konsumsi susu Indonesia 11,9 liter/ kapita/ tahun, masih kalah dari Malaysia dengan angka konsumsi 47,1; Singapura 44,5; Thailand 33,7; Vietnam 14,3; dan Filipina 13,7 liter/ kapita/ tahun. Angka konsumsi susu tertinggi dunia (2011) lebih dari 300 liter/ kapita/ tahun, dinikmati oleh masyarakat Finlandia, Swedia, Belanda, dan Swiss.
Realitas itu akan mengakibatkan kualitas gizi masyarakat kita juga rendah. Karenanya, modernitas pada segala bidang seharusnya lebih mengutamakan hal-hal yang berdampak pada keterjangkauan konsumsi pangan bergizi, salah satunya susu, sebagai penyempurna makanan lain.  Semua kegiatan yang mudah mendatangkan dana, baik olahraga, pergelaran  musik, maupun berbagai ajang lomba, diharapkan menyisihkan sebagian keuntungan untuk program peningkatan gizi masyarakat.
Di berbagai negara, susu dan produknya dibagikan secara gratis kepada murid di sekolah dasar. Anak-anak itulah sejatinya generasi masa depan, yang harus mulai dijaga kualitas hidupnya sejak duduk di bangku sekolah dasar. Seharusnya, sebagian besar dana CSR diarahkan untuk program-program itu.
Lebih strategis bila semua pembangunan yang bersifat hiasan atau bangunan mewah sebagai penunjang belaka dapat ditunda sehingga akan tersedia dana lebih banyak lagi guna  dialokasikan pada kegiatan peningkatan konsumsi susu. Dengan demikian, pemerintah bisa mempercepat akselerasi peningkatan konsumsi susu. Yang terpenting, di tengah modernitas jangan sampai nilai konsumsi susu yang mengakibatkan kemerendahan kualitas bangsa, dibiarkan begitu saja. (10)
–  V Priyo Bintoro, Guru Besar, Dekan Fakultas  Peternakan  dan Pertanian Undip, pengurus Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Semarang

Kamis, 23 Mei 2013

Suami Rajin Minum Susu Bikin Istri Lebih Cepat Hamil

 
Mungkin cara ini bisa dicoba bagi Anda yang saat ini mendambakan hadirnya buah hati dalam keluarga. Baru-baru ini penelitian di AS menemukan cara efektif dalam meningkatkan kesuburan pria.


Tim peneliti dari University of Michigan Health System menyatakan bahwa, pria yang rajin minum susu memiliki sperma yang mampu bergerak lebih aktif dan spontan, sehingga bisa memperbesar peluang kehamilan.
Peneliti menganggap bahwa tingginya kandungan kalsium pada susu dapat membantu meningkatkan produktivitas sperma dan fungsinya, seperti dilansir Livestrong.

Hasil penelitian serupa juga ditunjukkan oleh The American Pregnancy Association, yang menjelaskan bahwa kalsium pada susu dapat membantu perkembangan janin dan embrio pada masa kehamilan. Para pakar pun merekomendasikan agar wanita hamil mengonsumsi susu setiap hari untuk mendapatkan asupan kalsium yang memadai.

Bahkan mereka juga merekomendasikan untuk minum susu sebelum melakukan hubungan seks, agar kualitas sperma dan kebugaran tubuh bisa meningkat secara signifikan untuk memperbesar peluang kehamilan. (dan)


Blogger Templates by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger and Supported by Urban Designs